:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3008993/original/066039300_1577703438-20191230-Akhir-2019_-IHSG-Ditutup-Melemah-4.jpg)
Liputan6.com, Jakarta PT Jababeka Tbk (KIJA) mencatatkan total pendapatan sebesar Rp 4,60 triliun pada tahun 2024, meningkat 39% dibandingkan dengan 2023. Laba bersih Perseroan juga tumbuh di tahun 2024, dengan perolehan sebesar Rp770,1 miliar pada 2024, meningkat dari perolehan laba bersih 2023 sebesar Rp528,6 miliar.
Corporate Secretary KIJA, Muljadi Suganda menjelaskan, meskipun tercatat ada kerugian terkait nilai tukar mata uang Dolar AS yang jauh lebih besar di tahun 2024.
“Pertumbuhan laba bersih yang kuat ini didorong oleh kinerja fundamental bisnis yang solid ini melampaui dampak kerugian selisih kurs yang tercatat dan instrumen derivatif (call spread) yang seluruhnya mencapai Rp186,5 miliar pada tahun 2024, dibandingkan dengan kerugian sebesar Rp2,2 miliar pada tahun 2023,” kata Muljadi dalam keterangan resmi, dikutip dari BEI, Senin (31/3/2025).
EBITDA Perseroan pada tahun 2024 tercatat sebesar Rp1,61 triliun, meningkat 29% dibandingkan 2023 ketika Perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp1,25 triliun, sejalan dengan pertumbuhan laba kotor Perseroan.
Per 31 Desember 2024, total kas konsolidasian Perseroan tercatat sebesar Rp2,0 triliun ditambah kas dan setara kas yang dibatasi penggunaannya pada akhir tahun 2024 tercatat sebesar Rp361,2 miliar, yang termasuk di dalamnya adalah dana cadangan bunga dan pokok sebesar Rp203,3 miliar, yang disyaratkan oleh persyaratan pinjaman Bank Mandiri.
Pendapatan Land Development dan Property
Pilar Land Development dan Property Perseroan mengalami peningkatan pendapatan sebesar 50% dari Rp1,70 triliun pada 2023 menjadi Rp2,56 triliun pada 2024.
Hal ini terutama disebabkan oleh peningkatan penjualan tanah matang, meningkat dari Rp1,30 triliun pada 2023 menjadi Rp 2,05 triliun pada 2024. Penjualan tanah matang ini sebagian besar berasal dari Kendal, yang meningkat 60% dari Rp1,11 triliun pada 2023 menjadi Rp1,78 triliun pada 2024.
Pendapatan Pilar Infrastruktur
… Selengkapnya
Adapun, pendapatan dari Pilar Infrastruktur Perseroan, utamanya listrik, air, pengelolaan limbah, pengelolaan estate, dan pelabuhan meningkat sebesar 31%, dari Rp1,46 triliun pada 2023 menjadi Rp1,90 triliun pada tahun 2024.
Subsegmen terbesar dalam Pilar Infrastruktur mencatatkan peningkatan pendapatan pembangkit listrik tumbuh 36% dari Rp862 miliar menjadi Rp1,17 triliun, terutama karena adanya peningkatan pembelian listrik dari pengguna industri di Cikarang dan Kendal, serta kenaikan harga gas dari USD 6,00 ke USD 8,70 per MMBTU di 2024.
Sementara itu, jasa dan pemeliharaan air, limbah, dan estate juga tumbuh 20% dari Rp396,8 miliar menjadi Rp476,3 miliar sebagai hasil dari kenaikan permintaan di Kendal.
Selanjutnya, subsegmen dry port mengalami peningkatan pendapatan sebesar 27%, yang disebabkan meningkatnya peti kemas yang ditangani peningkatan pendapatan dari storage.
Pendapatan berulang dari Pilar Infrastruktur menyumbang 41% dari total pendapatan pada tahun 2024, turun sedikit dibandingkan dengan tahun 2023, yaitu sebesar 44%, terutama karena Pilar Land Development & Property tumbuh lebih tinggi.
Pendapatan Leisure dan Hospitality
… Selengkapnya
Kemudian, pilar Leisure dan Hospitality KIJA mencatatkan pendapatan yang hampir sama dengan tahun sebelumnya, yaitu sebesar Rp129,1 miliar pada tahun 2024, terutama berasal dari segmen villa & pariwisata sebesar Rp40 miliar dan golf sebesar Rp85 miliar.
Kontributor utama dari Pilar Leisure & Hospitality tetap segmen golf, yang menyumbang 66% dari pendapatan pilar ini pada tahun 2024. Laba kotor Perseroan meningkat sebesar 28% menjadi Rp1.967,2 miliar pada tahun 2024.
Leave a Reply